masukkan script iklan disini
Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Salah satu langkah strategis yang tengah diperkuat adalah integrasi Gerakan Pramuka dan Program Tahfidz Juz 30 di seluruh sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan moral peserta didik.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, melainkan juga menghadapi berbagai persoalan sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat.
"Anak-anak harus dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara mental, serta memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh," ujarnya.
Sebagai Kota Pendidikan, Metro memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan sistem pendidikan yang seimbang antara pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan sosial, serta pembinaan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Melalui Gerakan Pramuka, peserta didik dibina untuk memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat gotong royong.
Kegiatan kepramukaan juga menjadi sarana pembelajaran langsung yang mendorong siswa untuk berinteraksi, bekerja sama, dan menyelesaikan berbagai tantangan secara positif.
Sementara itu, Program Tahfidz Juz 30 dihadirkan sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik. Program tersebut dilaksanakan secara terstruktur sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga tidak mengganggu kurikulum utama yang telah berjalan.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Bagi peserta didik nonmuslim, sekolah menyesuaikan program dengan kegiatan pendalaman kitab suci sesuai agama masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan moderasi beragama.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menilai kedua program tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter peserta didik.
Pramuka membangun kecakapan sosial, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air, sementara program tahfidz memperkuat aspek spiritual dan moral.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun, tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia.
"Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pengawas, serta orang tua untuk bersama-sama mengawal program ini. Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh Kota Metro di masa mendatang," kata Agus.
Dengan komitmen dan dukungan seluruh elemen pendidikan, integrasi Gerakan Pramuka dan Program Tahfidz Juz 30 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Generasi Metro Bahagia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ( Redaksi )
